Kerja Keras Adalah Energi Kita

Kerja Keras Adalah Energi Kita merupakan slogan baru PT.Pertamina di hari jadinya yang ke 52, slogan ini juga merupakan kata kunci yang diperlombakan dalam kontes SEO yang digelar di HUT Pertamina ini. Kontes SEO ini akan digelar sampai bulan Januari, jadi kurang lebih lama optimasi sekitar tiga bulan. Dalam postingan sederhana ini saya hanya sedikit memberikan support untuk kontes SEO akbar yang baru namun tengah mulai memanas ini. [Baca...]

Blog Update

Tampilkan postingan dengan label BENCANA ALAM DATANG LAGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BENCANA ALAM DATANG LAGI. Tampilkan semua postingan

CIANJUR HELI TNI JATUH

Selasa, 09 Juni 2009
Bencana yang bertubi tubi terus mengguyur negeri ini sekali lagi kecelakaan terjadi, dan menelan korban jiwa. sungguh suatu keadaan yang sangat mengerikan kapal kapal kita satu demi satu hilang karena kecelakaan bukan dalam pertempuran, TNI TNI kita gugur bukan dalam mempertahankan indonesia. sungguh sangat tragis keadaan ini. kecelakaan pesawat milik TNI terjadi. Kali ini helikopter TNI AD jenis Bolkow BO105 bernomor HS7112 jatuh di Cianjur, Jawa Barat, menewaskan dua anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Christian Zebua mengungkapkan, pesawat milik Penerbad TNI AD itu digunakan oleh para anggota Kopassus untuk latihan penyelamatan. ‘’Namun, saat berada di kawasan pegunungan di Pagelaran, heli itu jatuh. Belum diketahui secara pasti mengapa heli itu jatuh. Kemungkinan akibat cuaca buruk, karena cuaca di lokasi saat itu sedang hujan dan angin kencang,’’ katanya di Jakarta, Senin (8/6).
Christian mengungkapkan heli itu ditumpangi lima orang, yang terdiri dari pilot dan co-pilot, serta tiga penumpang. Semua awak pesawat dan penumpang heli adalah anggota Kopassus. Dua penumpang tewas adalah Kolonel Ricky Samuel Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kopassus, Kapten Agung Gunarto kepala Seksi Operasi Pusdik Kopassus, dan co-pilot Lettu Yuli Sasongko.
Lettu Yuli Sasongko, rencananya akan dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, namun menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan. Yuli semula mendapatkan perawatan di RSUD Cianjur, mengingat luka parah, tim medis merujuknya ke Jakarta.
Selang beberapa puluh menit meninggalkan RSUD Cianjur, nyawa Yuli tidak tertolong sehingga jasad korban kembali di bawa ke RSUD Cianjur, guna dimandikan. Sementara itu, jasad Kapten Infanteri Agung Gunarto dan Kapten Infanteri Ricky Samuel dari Pusdik Pasus Batujajar Bandung, sebelum disemayamkan akan dibawa ke Markas Koppasus di Cijantung.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Agung yang merupakan menantu dari Wakapolda Kalsel ini akan dimakamkan di Cianjur. “Sesuai permintaan istri koban yang asli Cianjur, jasad korban akan dimakamkan di Cianjur,” kata bibi korban Diah Irawati.
Lokasi persis jatuhnya pesawat itu di kampung Cihanjawar, Desa Situang, Pegelaran, Cianjur. Tapi ada yang menyebut lokasi tersebut masuk kampung Cibuni, Rawa Beber. Kapolsek Pagelaran, AKP Basri menduga kecelakaan itu terjadi akibat cuaca buruk. Sebelum jatuh, helikopter latih TNI itu tersangkut di pohon bambu. ‘’Informasi awal, saat itu cuaca buruk, kabut tebal, sehingga heli oleng dan sebelum jatuh, heli sempat terlilit di pohon bambu,’’ ujarnya.
Menurut informasi yang diterima dari warga, saat terjatuh suara keras sempat mengagetkan warga sekitar, sehingga warga berhamburan keluar rumah. Selanjutnya, dibantu warga, petugas segera melakukan evakuasi terhadap korban.
Produksi IPTN
Helikopter jenis NBO-105 dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia (IPTN-Red) di bawah lisensi dari MBB (Messerschmitt Bolkow Blohm sekarang Eurocopter) sejak 1976. Total ada 123 heli jenis ini yang diproduksi di Bandung dan digunakan untuk keperluan dalam negeri dan ekspor salah satunya ke Yordania.
Varian yang diproduksi oleh IPTN adalah NBO-105 CB, NBO-105 CBS (versi yang diperpanjang mulai produksi ke-101 dan seterusnya) dan NBO 105S (versi diperpanjang juga). Dari keseluruhan pesawat hanya rotor dan transmisi yang disuplai oleh Jerman.
Pada 19 Maret 2009 lalu PTDI menyerahkan satu unit Helikopter NBO-105 CBS produksi ke-122 kepada TNI-AD yang dilakukan oleh Direktur Utama PTDI Budi Santoso kepada Assisten Logistik KSAD Mayjen TNI Hari Krisnomo SIP di Gedung GPM PTDI Jalan Padjadjaran Kota Bandung.
Helikopter ini merupakan pesawat NBO-105 terakhir dari perjanjian lisensi PTDI dengan MBB. Bagi TNI-AD helikopter buatan PT DI itu merupakan yang ke-25 yang dimilikinya. Penyerahan helikopter kepada TNI AD itu merupakan realisasi dari kontrak pengadaan satu unit helikopter NBO-105 CBS yang ditandatangani pada 13 Desember 2007 antara Mabes TNI Angkatan Darat yang diwakili Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) dan PT DI.
Menurut direktur utama PT DI, helikopter NBO-105 mulai diproduksi tahun 1976, sampai saat ini sudah 122 helikopter yang dihasilkan dan dioperasikan oleh sipil maupun militer. Yang dioperasikan TNI AD 24 unit ditambah helikopter NBO-105 terakhir yang diserahkan pada Maret lalu.


Read Full 4 komentar

BENCANA ALAM DATANG LAGI

Kamis, 28 Mei 2009
Longsor di Kiarapedes Tujuh Warga Mengungsi
Kali ini bencana itu menimpa desa tetanggaku walaupun tidak menelan jiwa tetapi ini merupakan suatu bencana yang tidak bisa di anggap sebelah mata...akibat bencana ini tujuh rumah warga terkena imbasnya, rumah mereka terbawa longsor..
Akibat longsor, tujuh keluarga di Kampung Serepong, Desa Mekarjaya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, terpaksa mengungsi sejak dua hari terakhir. Senin (21/8), rekahan tanah akibat longsor semakin besar sehingga warga tetap tinggal di pengungsian.


Longsor pertama terjadi Sabtu lalu selepas subuh. Pascakejadian tersebut, warga langsung meninggalkan rumah-rumah mereka. Beberapa keluarga mengungsi ke rumah saudaranya, sebagian lainnya tinggal dan memindahkan barang-barangnya di gedung milik SD Mekarjaya I.

Longsor diperkirakan terjadi karena rapuhnya tanah yang mengering. Air irigasi dari mata air Cipanasleuweung yang digelontorkan untuk sawah merembes ke dalam tanah. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Namun, tanaman padi di sawah seluas sekitar 0,5 hektar tertutup lumpur. Selain itu, saluran irigasi terputus dan tujuh rumah mulai retak-retak pada bagian belakangnya.

Retakan tanah juga terlihat di belakang rumah warga di RT 1 RW 1, memanjang sekitar 300 meter. Belasan pohon roboh tertimpa longsoran.

"Jenis dan kondisi tanahnya memang rapuh sehingga ketika ada air, tanah menjadi mudah longsor. Ini peristiwa yang kedua sejak tahun 1995," ujar Endar Kanda (30), anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Mekarjaya.

Terus bertambah

Lebar retakan serta luas longsor juga terus bertambah sejak hari Sabtu. Pada hari Minggu lalu bahkan terjadi longsoran kecil. Kini lubang longsoran yang terbentuk telah mencapai diameter sekitar 7 meter dan kedalaman lebih dari 15 meter. "Rumah-rumah yang sebelumnya tidak retak sekarang mulai retak-retak di dinding dan lantainya. Kami masih takut untuk kembali," ujar Ijromi (61), warga RT 1 RW 1 Kampung Serepong yang terancam longsor.

Sebagian besar rumah berada di atas bukit, tepat di atas lahan yang longsor. Menurut Ijromi, potensi terjadinya longsor susulan sangat besar. Akibatnya, warga memilih untuk mengosongkan rumah dan mengeluarkan semua barang berharganya. "Warga semakin takut karena pada Sabtu malam lalu hujan sempat turun di daerah Wanayasa yang tidak jauh dari sini. Minggunya juga mendung sehingga kami selalu waswas," ujarnya.

Endar menambahkan, perwakilan warga telah melaporkan kejadian tersebut sejak Sabtu siang lalu. Namun, hingga kemarin siang belum ada bantuan sama sekali dari pemerintah daerah. Menurut dia, warga kesulitan untuk mencegah bahaya longsor susulan.

"Warga tidak tahu harus bagaimana karena longsoran terlalu besar untuk ditanggulangi sendiri oleh warga. Rencana bantuan zak-zak penahan juga dinilai kurang efektif," ia menambahkan. Beberapa warga yang tinggal di bangunan SD Mekarjaya berharap bantuan segera turun. Apalagi, hari ini siswa mulai masuk sekolah lagi.

walaupun belum terhitung berapa jumlah kerugian akibat lonsor ini namun saya sangat mengharapkan pada pemerintah setempat segera ambil tindakan yang pasti agar warga merasa nyaman, pemerintah cenderung seolah olah tidak tau menau tentang bencana ini sehingga warga sangat kecewa. sampai berita ini di turunkan, dari pihak pemerintah belum mengambil tindakan apa apa.


Read Full 23 komentar
 

Mengenai Saya

Foto saya
saya pria kelahiran jawa barat tepatnya di kabupaten purwakarta, kecamatan kiarapedes. kam. campaka. ciri khas suka bercanda gemar mencari teman di ajak bergaul asik dalam hal positif.hidup sederhana menjadi landasan untuk berfikir lebih dewasa

Pengikut

Chit-Chat

Copyright Belajar SEO dan Internet Marketing | Template by Fanchon0706 | Blog Trick at Blog-HowToTricks
Support for Oes Tsetnoc | Ngobrol Seputar Bisnis Online | Kerja Keras Adalah Energi Kita
Optimize by Belajar SEO